Kabar Pemrov

Inflasi 1,9 Persen, Lampung Catat Rekor Terendah di Sumatera dan Masuk 10 Besar Nasional

Bandar Lampung, Selokalampung.com – Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan performa unggul dalam menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi daerah. Per Januari 2026, tingkat inflasi Lampung tercatat sebesar 1,9 persen, menjadikannya yang terendah di seluruh Pulau Sumatera serta menempatkan Lampung dalam jajaran 10 provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia.

Capaian impresif ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, Senin (9/2/2026). Mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Achmad Saefulloh, mengikuti pertemuan tersebut secara daring.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian memaparkan bahwa inflasi nasional saat ini berada di level 3,55 persen. Kenaikan inflasi nasional ini sebagian besar dipicu oleh penyesuaian tarif listrik akibat berakhirnya kebijakan subsidi pada awal tahun 2025. Namun, Mendagri memberikan catatan positif bahwa secara bulanan (month-to-month), nasional mengalami deflasi sebesar 0,15 persen yang menandakan harga kebutuhan pokok mulai terkendali.

Selaras dengan tren tersebut, Provinsi Lampung menunjukkan kinerja yang lebih solid. Indeks Perubahan Harga (IPH) Lampung pada minggu pertama Februari 2026 mengalami penurunan sebesar 0,08 persen. Penurunan ini dipicu oleh melimpahnya pasokan dan stabilnya harga sejumlah komoditas strategis, seperti:

  • Cabai merah

  • Daging ayam ras

  • Telur ayam ras

Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari sinergi intensif antara Pemprov Lampung dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjamin ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Dengan tingkat inflasi yang rendah dan stabil, Provinsi Lampung semakin memperkuat posisinya sebagai daerah dengan iklim ekonomi yang kondusif. Kondisi ini diharapkan mampu terus melindungi daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di tahun 2026.

(ridho)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button