Pengaruh Medsos Gerus Moral Anak, DPRD Bandar Lampung Minta Orang Tua Perketat Pengawasan

Selokalampung.com – Pesatnya perkembangan teknologi di era digital dinilai membawa dampak serius terhadap perilaku generasi muda. Kemudahan akses internet dan maraknya penggunaan media sosial (medsos) disebut turut memicu menurunnya moral, etika, dan sopan santun anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Darmawansyah saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Jalan Pulau Morotai, Gang Citra Damai RT 03/LK II, Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian, Sabtu (7/3/2026).

Dalam kegiatan itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak negatif teknologi, khususnya media sosial yang kini mudah diakses anak-anak.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua, berbagai konten di media sosial berpotensi mempengaruhi perilaku anak hingga mengikis nilai-nilai sopan santun yang selama ini dijunjung tinggi dalam budaya bangsa.

“Perkembangan media sosial saat ini membawa banyak pengaruh negatif bagi anak-anak. Jika tidak disaring dengan baik, anak bisa kehilangan adab, etika, dan sopan santun,” kata Darmawansyah di hadapan warga.

Anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung itu menilai, fenomena kenakalan remaja yang marak belakangan ini tidak terlepas dari minimnya perhatian keluarga serta kurangnya penanaman nilai moral sejak dini.

Ia mencontohkan banyaknya pemberitaan tentang aksi tawuran hingga geng motor yang melibatkan remaja. Bahkan, tidak jarang aksi tersebut berujung pada tindak kekerasan dan penganiayaan.

“Banyak berita kita lihat anak-anak terlibat tawuran dan geng motor. Ini salah satu akibat kurangnya penanaman moral dan etika, terutama dari lingkungan keluarga,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif.

“Anak-anak sekarang banyak yang kehilangan adab. Mari kita bersama-sama mendidik anak dengan iman dan takwa, serta menanamkan etika dan moral sejak dini,” tegasnya.

Selain peran keluarga, Darmawansyah juga mendorong pemerintah dan dunia pendidikan untuk kembali memperkuat pendidikan karakter di sekolah, seperti yang pernah diterapkan melalui pelajaran Pendidikan Moral Pancasila.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan penting agar generasi muda memiliki karakter yang kuat dan berakhlak baik.

“Dulu pendidikan moral Pancasila benar-benar diterapkan di sekolah. Nilai adab dan moral tertanam kuat di hati anak-anak. Hal seperti ini perlu kembali diperkuat,” tandasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *