Pancasila Tak Bisa Digantikan, Sidik Efendi: Jangan Mudah Terprovokasi Isu Medsos

Selokalampung.com – Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung, Hi. Sidik Efendi, menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak bisa digantikan oleh ideologi apa pun. Seluruh aturan hukum yang berlaku di Indonesia, kata dia, harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal itu disampaikan Sidik Efendi saat menghadiri kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK) di wilayah Sukabumi, tepatnya di lapangan parkir SMP-IT Permata Bunda, Minggu (8/3/2026).

Menurut legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk dengan ribuan pulau, berbagai suku, bahasa, budaya, ras dan agama. Dalam kondisi yang beragam itu, Pancasila hadir sebagai pemersatu bangsa.

“Indonesia ini terdiri dari berbagai pulau, suku, bahasa, budaya, ras dan agama. Pancasila lahir dari rahim ibu pertiwi yang menyatukan seluruh keberagaman itu menjadi kesatuan dan persatuan dalam bingkai NKRI,” kata Sidik.

Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila sejatinya berakar dari adat istiadat serta budaya yang hidup di tengah masyarakat Indonesia sejak lama.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga serta melestarikan adat istiadat dan budaya bangsa sebagai bagian dari upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena itu mari kita jaga dan lestarikan adat istiadat serta budaya nasional Indonesia demi menjaga keutuhan NKRI. Kita juga harus kembali kepada ajaran leluhur bangsa dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sidik yang juga menjabat Sekretaris DPD PKS Kota Bandar Lampung itu menjelaskan, implementasi nilai Pancasila bisa terlihat dari sikap gotong royong, ramah tamah, sopan santun, tepo seliro, serta budi pekerti yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Menurutnya, karakter seperti rendah hati, memiliki rasa empati dan menjunjung tinggi nasionalisme merupakan cerminan nyata dari nilai-nilai Pancasila yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.

“Warga Indonesia dikenal ramah, sopan santun, tepo seliro, punya budi pekerti, rendah hati dan memiliki rasa empati. Semua sifat itu adalah bagian dari ajaran Pancasila,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sidik juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang belum jelas kebenarannya.

Ia menilai, arus informasi di media sosial sangat cepat menyebar dan kerap kali belum tentu dapat dipertanggungjawabkan sumbernya.

“Kita tahu sekarang ini banyak sekali informasi yang beredar di media sosial dan langsung masuk ke handphone kita. Tapi belum tentu jelas asal-usul dan kebenarannya,” kata dia.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan di media sosial,” tandasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *