Hormati Perbedaan Agama, Endang Asnawi: Itu Hak Mutlak Warga Negara

Selokalampung.com – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, menegaskan bahwa kebebasan memeluk agama dan kepercayaan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh negara.
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya membanding-bandingkan agama satu dengan yang lain, karena hal tersebut bertentangan dengan nilai dasar bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
“Di negara Indonesia ada hal yang mutlak bagi warga negara, yakni hak memeluk agama dan kepercayaan. Jadi jangan pernah membandingkan agama kita dengan agama orang lain, karena itu bertentangan dengan nilai Pancasila,” kata Endang Asnawi saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Sabtu (7/3/2026).
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung itu menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang berlandaskan Pancasila dan menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Karena itu, masyarakat harus memahami bahwa Indonesia bukan negara yang meniadakan nilai ketuhanan seperti negara komunis.
“Kita ini negara yang berlandaskan Pancasila dan berketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila sudah menjadi pedoman dan landasan hidup berbangsa dan bernegara, yang menjamin kehidupan masyarakat agar tetap rukun dan damai,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, legislator PDI Perjuangan ini juga menyoroti tantangan perkembangan zaman di era digital saat ini. Menurutnya, kemajuan teknologi, khususnya penggunaan internet dan gadget, memberi pengaruh besar terhadap perilaku anak-anak.
Ia menilai banyak anak kini lebih sibuk dengan telepon genggam dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Sekarang banyak anak yang sudah terpengaruh gadget. Mereka lebih dekat dengan handphone daripada dengan teman-temannya. Akibatnya, anak-anak jadi kurang memahami arti berbagi dan empati terhadap sesama,” ujarnya.
Endang juga menekankan pentingnya pendidikan adab dan sopan santun sejak usia dini agar generasi muda tidak kehilangan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Adab itu sangat penting diajarkan kepada anak-anak. Mereka harus tahu bagaimana menghormati orang tua dan bersikap sopan. Nilai-nilai ini jangan sampai hilang karena perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut untuk benar-benar memanfaatkan ilmu yang diperoleh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.
“Acara seperti ini jangan hanya menjadi seremonial. Ambil ilmunya, terapkan di rumah dan di lingkungan masyarakat, serta ajarkan juga kepada anak-anak. Jangan sampai kegiatan baik ini sia-sia hanya karena kita datang lalu pulang,” tandasnya.
(*)



