Kabar Kota

Yuni Karnelis Tekankan Konsistensi dan Disiplin pada Generasi Z

berjayanews.com , Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yuni Karnelis, menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Bakung 1, Kecamatan Telukbetung Barat, pada Kamis (07/02/2026).

Mengusung tema relevan “Bijak dalam Bermedia Sosial”, kegiatan ini menyasar audiens spesifik dari kalangan anak muda (Gen Z). Kendati dilaksanakan di tengah guyuran hujan, antusiasme puluhan peserta yang hadir tidak sedikitpun surut untuk menyimak materi hingga akhir acara.

Dalam pemaparannya, Yuni Karnelis menekankan pentingnya penguatan karakter bagi generasi muda di tengah arus informasi digital yang deras. Menurutnya, kecerdasan teknologi harus diimbangi dengan mentalitas yang tangguh.

“Konsistensi dan kedisiplinan harus dimiliki anak muda saat ini. Hal tersebut menjadi modal fundamental untuk melakukan improvisasi dalam hidup, serta menjadi pelopor dalam mendorong perubahan positif di daerahnya masing-masing,” tegas Yuni.

Senada dengan Yuni, narasumber PIP, Detti Febrina, menyoroti urgensi perubahan metode pendekatan nilai-nilai kebangsaan agar dapat diterima oleh Gen Z. Detti menilai, metode konvensional yang mengandalkan hafalan sudah tidak efektif dan dianggap tidak relevan (relate) oleh anak muda.

“Problem utamanya adalah bagaimana membuat tema kenegaraan tetap relevan. Kita harus masuk melalui isu-isu yang dekat dengan keseharian mereka. Misalnya, mengaitkan Sila Kemanusiaan dengan isu body shaming di media sosial. Pendekatan humanis seperti ini jauh lebih mudah dipahami daripada sekadar doktrin hafalan,” jelas Detti.

Detti juga memberikan catatan kritis mengenai potensi dan tantangan bonus demografi. Ia mengakui bahwa Gen Z merupakan generasi yang cerdas, namun memiliki tantangan besar dalam mengelola ego.

“Tantangan terbesar anak muda adalah diri dan ego mereka sendiri. Jika kecerdasan ini tidak dikelola dengan kecintaan terhadap ilmu, bonus demografi justru dapat berpotensi negatif,” tambahnya.

Selain memberikan materi kepada peserta, Detti juga menyampaikan aspirasi terkait peran pemerintah daerah. Ia berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat memberikan ruang kolaborasi yang lebih substantif bagi anak muda, bukan sekadar formalitas administratif dalam Musrenbang.

“Pemerintah harus hadir sebagai inspirator. Ajak anak muda berdiskusi dan turun tangan dalam penyelesaian masalah konkret perkotaan, seperti penanganan sampah dan banjir. Sinergi inilah yang dibutuhkan untuk membangun kota yang inklusif,” pungkas Detti.

Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila yang implementatif bagi anak muda di Kelurahan Bakung, sekaligus mencetak kader-kader bangsa yang bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button