Dekranasda Lampung Gandeng Kreator Muda Transformasikan Warisan Budaya di Ajang UIC Creative Showcase 2026

jakarta, selokalampung.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza (Batin Wulan), menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam melestarikan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi wastra dan budaya Lampung.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri UIC Creative Showcase 2026 bertajuk “Advancing Lampung Heritage and its Living Treasure: The Majestic Lampung” di UIC Campus BSD, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ajang pameran ini merupakan puncak dari riset lapangan (study week) mahasiswa UIC College di Provinsi Lampung pada akhir 2025. Melalui interaksi langsung dengan perajin dan pelaku budaya lokal, para mahasiswa berhasil menerjemahkan tradisi serta nilai sosial budaya Lampung ke dalam ragam karya kontemporer yang berorientasi pasar. Karya yang dipamerkan meliputi instalasi seni, solusi e-commerce, fesyen bermotif lokal, hingga pertunjukan musik.

Batin Wulan secara khusus mengapresiasi sejumlah produk inovatif karya mahasiswa, seperti desain fesyen bermotif tapis, tumbler berunsur budaya lokal, body scrub dan selai berbasis kopi Lampung, serta ragam kriya anyaman.

“Saya sangat bangga melihat generasi muda mampu meresapi warisan budaya Lampung dan menghadirkannya dalam karya modern yang berdaya saing tanpa kehilangan identitas aslinya. Generasi muda adalah jembatan strategis antara tradisi dan inovasi,” tegas Batin Wulan.

Sebagai tindak lanjut, Dekranasda Lampung berkomitmen menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan UIC College untuk memperkuat sektor pariwisata dan UMKM. Beberapa produk karya mahasiswa diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi cenderamata resmi daerah. Selain itu, karya musik berbahasa Lampung ciptaan mahasiswa juga direncanakan akan diputar di bandara, hotel, dan destinasi wisata sebagai instrumen promosi daerah.

Sinergi inovatif ini turut mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Perwakilan Kemenparekraf, Benedictus Permadi, menilai pameran ini sebagai model kolaborasi strategis antara dunia akademik dan ekonomi kreatif. Menurutnya, warisan budaya tidak hanya sebatas untuk dilestarikan, tetapi perlu dikembangkan menjadi gagasan dan model bisnis yang relevan dengan pasar modern.

Melalui UIC Creative Showcase 2026, diharapkan terbangun ekosistem yang kuat antara talenta muda, akademisi, pelaku UMKM, dan pemerintah dalam mengangkat posisi wastra serta budaya Lampung di panggung ekonomi kreatif nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *