Kepala SPPG Sindangsari Klarifikasi Viral Menu MBG, Klaim 100 Persen Tidak Benar

Klarifikasi Kepala SPPG Sindangsari, Abib Saputra (Tengah) Terkait Menu MBG Viral | Foto: Istimewa
Klarifikasi Kepala SPPG Sindangsari, Abib Saputra (Tengah) Terkait Menu MBG Viral | Foto: Istimewa

‎Lampung Utara, Selokalampung.com – Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Sindangsari, Abib Saputra, memberikan klarifikasi resmi menyusul viralnya video menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut tidak layak konsumsi dan memicu kegaduhan di media sosial, khususnya di Provinsi Lampung, Rabu (14/1/2026).

‎Abib Saputra menegaskan, informasi yang menyebut menu MBG tidak layak konsumsi tersebut tidak benar sepenuhnya. Ia menyampaikan klarifikasi ini merujuk pada menu MBG yang disajikan pada Senin, 12 Januari, yang ramai diperbincangkan warganet dan berdampak luas hingga ke tingkat nasional.

‎“Saya Kepala SPPG Sindangsari ingin menyampaikan terkait menu MBG yang viral di berbagai media sosial sehingga membuat program MBG menjadi gaduh, khususnya di Provinsi Lampung. Kami mengklarifikasi bahwa menu tersebut dinyatakan tidak layak itu tidak benar 100 persen,” ujar Abib dalam pernyataannya.

‎Menurutnya, menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, telur saus asam manis, tempe bacem, serta buah anggur. Ia menilai, penyebutan menu tersebut sebagai tidak layak konsumsi telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

‎Untuk memastikan keamanan pangan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait guna melakukan uji sampel makanan, dengan hasil bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) pada penerima manfaat.

‎Namun demikian, sehari sebelumnya Abib Saputra sempat memberikan keterangan berbeda saat dikonfirmasi awak media, sebagaimana dilansir akun TikTok @Mediarilisindonesia. Dalam pernyataan tersebut, ia membenarkan adanya tempe yang terasa pahit serta buah yang ditemukan dalam kondisi busuk, meski tidak seluruhnya.

‎“Untuk masalah itu, tempenya pahit ya betul. Untuk buahnya busuk, nggak semua sih, sudah dipilah-pilih,” ungkap Abib saat itu.

‎Ia juga menambahkan bahwa pihak SPPG Sindangsari telah melakukan penanganan terhadap siswa penerima MBG yang terdampak serta memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan.

‎“Kami sudah mengobati anak-anak murid yang terkait, dan sekarang semuanya sudah clear,” katanya.

‎Abib menegaskan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi internal dan meningkatkan ketelitian serta profesionalitas relawan dan petugas dapur MBG.

‎“Evaluasi ke karyawan itu sudah pasti. Saya akan lebih tegas lagi, ngecek lebih teliti, dan bertanggung jawab agar ke depannya pelayanan MBG menjadi lebih baik,” pungkasnya. (ido)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *