SELOKA LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pelestarian budaya daerah melalui penyelenggaraan Pesenggiri Festival 2026. Festival ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Lampung sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembukaan Pesenggiri Festival 2026 di Lampung Marriott Resort & Spa, Pesawaran, Jum’at, (3/7/2026). Festival bertema Spice, Heritage & Harmony itu berlangsung pada 3-5 Juli 2026 dan dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.
Jihan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, khususnya The Hurun Lampung, yang dinilai mampu memadukan pengembangan kawasan wisata dengan pelestarian lingkungan dan kebudayaan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Pesenggiri Festival. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan,” ujar Jihan.
Menurut Jihan, tema Spice, Heritage & Harmony merepresentasikan kekayaan alam, sejarah, dan budaya Lampung. Ia mengatakan, Lampung memiliki sejarah panjang sebagai salah satu daerah penghasil rempah, terutama lada hitam yang pernah menjadi komoditas unggulan hingga dikenal di pasar internasional.
Pemprov Lampung, kata dia, berupaya menguatkan kembali identitas Lampung sebagai Tanah Lada melalui pengembangan sektor pertanian, pemberdayaan petani, serta peningkatan potensi komoditas unggulan daerah.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat bahwa Lampung adalah Tanah Lada. Identitas ini tidak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan kebanggaan masyarakat Lampung,” katanya.
Jihan menambahkan, pelestarian warisan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda. Pesenggiri Festival dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian alam, dan kehidupan masyarakat. Untuk itu, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pengembangan pariwisata tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan.
“Pemerintah Provinsi Lampung tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kebudayaan dapat berjalan beriringan demi masa depan Lampung,” ujarnya.
Jihan berharap Pesenggiri Festival dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Lampung.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menilai Pesenggiri Festival menunjukkan bahwa kolaborasi yang berakar pada tradisi dapat menghasilkan karya budaya sekaligus memberikan dampak ekonomi.
Menurut Giring, Lampung memiliki sejarah penting dalam jalur perdagangan rempah dunia. Sejarah tersebut melahirkan beragam kekayaan budaya, mulai dari tradisi, kuliner, hingga kesenian yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
Ia menegaskan, pelestarian dan pengembangan kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama agar kekayaan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Investasi di bidang kebudayaan bukanlah pengeluaran, melainkan strategi pertumbuhan. Kebudayaan mampu menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat pariwisata, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat identitas daerah,” kata Giring.
Giring juga mendorong pemerintah daerah memperkuat keberadaan sanggar seni dan mendukung penyelenggaraan festival budaya secara berkelanjutan. Kementerian Kebudayaan, kata dia, akan terus mendampingi pengembangan kebudayaan di Provinsi Lampung.
Co-Founder Pesenggiri Festival, Selphie Bong atau Ms. Bong, mengatakan festival tersebut memasuki penyelenggaraan kedua pada 2026. Melalui tema Spice, Heritage & Harmony, kegiatan ini berupaya mengangkat kembali sejarah Lampung sebagai salah satu wilayah penting dalam perdagangan rempah dunia sekaligus mengajak masyarakat menjaga warisan leluhur.
Ms. Bong berharap dukungan terhadap festival dapat terus meningkat sehingga kegiatan tersebut memberikan dampak yang lebih luas bagi Lampung dan Indonesia.
“Kegiatan ini hasil kerja keras anak-anak kreatif Lampung. Mari kita bergandengan tangan dan berharap pada tahun-tahun mendatang, Pesenggiri Festival akan terus memperoleh dukungan yang lebih luas sehingga dapat memberikan dampak yang semakin besar, tidak hanya bagi Lampung, tetapi juga bagi Indonesia,” katanya.
(*)






