Sinergi HIPMI dan Pemkot Bandar Lampung: Cetak Pengusaha Muda, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ketua BPC HIPMI Kota Bandar Lampung Indra Feriza saat memberikan sambutan pada pembukaan Rakercab dan Diklat Cabang di Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Selasa, (6/102026). | Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG, SELOKA LAMPUNG —

Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) sekaligus Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Cabang di Swiss-Belhotel Bandar Lampung pada Selasa, (6/102026).

Forum ini menjadi sarana konsolidasi internal serta ajang merumuskan arah kebijakan organisasi dalam memperkuat ekosistem wirausaha muda di wilayah tersebut.

Ketua BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Feriza, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi wadah inkubasi serta akselerasi bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha.

Menurut Indra, mencetak wirausahawan muda tidak sekadar berfokus pada modal awal atau cara memulai bisnis. Lebih dari itu, dibutuhkan pembentukan pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset), kemampuan membaca peluang pasar, pembukaan akses jaringan, hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

“HIPMI siap untuk membuka jiwa kewirausahaan untuk anak-anak muda,” ujar Indra dalam sambutannya di hadapan para jajaran pengurus dan peserta Diklat, Selasa, (6/10).

Indra menilai keberhasilan pengembangan wirausaha muda sangat bergantung pada ekosistem pendukung yang kuat. Semangat generasi muda perlu diimbangi dengan pendampingan (mentoring), akses permodalan, serta kolaborasi lintas sektor secara konkrit.

Baca Juga: Sulur Waktu di Atas Kain Sembagi

Dorong Sinergi dengan Pemkot dan Stakeholder

Dalam momentum tersebut, HIPMI Kota Bandar Lampung secara khusus menyoroti pentingnya kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

Sinergi antara pemangku kebijakan dan dunia usaha dinilai vital untuk menciptakan iklim investasi serta regulasi yang kondusif bagi pelaku usaha pemula.

“Harapan kami support dan sinergi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Karena dengan adanya sinergi tersebut akan menciptakan iklim yang semakin kondusif bagi para pelaku usaha,” tutur Indra.

Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki deretan program pemberdayaan ekonomi yang beririsan langsung dengan kebutuhan para pengusaha muda.

HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk menerjemahkan kebijakan publik menjadi program aksi yang dapat diakses langsung oleh para pelaku UMKM dan startup lokal.

Selain berkolaborasi dengan Pemkot, Indra juga menyatakan kesiapan BPC HIPMI Bandar Lampung untuk bertindak sebagai support system bagi Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah.

Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat stabilitas ekonomi daerah serta memperluas jejaring kemitraan strategis di luar lingkup internal organisasi.

“Tidak lupa yang terpenting HIPMI akan terus berkomitmen untuk menjadi support system untuk BIN daerah,” kata Indra.

Baca Juga: Indra Feriza Sentil Pemkot, Jangan Cuma Bagi Beras, Atasi Banjir dari Hulunya!

Dampak Sosial dan Pembukaan Lapangan Kerja

Pelaksanaan Rakercab dan Diklat ini diharapkan melahirkan program kerja yang adaptif terhadap dinamika ekonomi digital dan global.

Indra menekankan bahwa profesi pengusaha memiliki peran sosial yang amat penting, yakni menciptakan peluang kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran di Kota Bandar Lampung.

“Menjadi pengusaha bukan hanya tentang mengejar keuntungan pribadi, tetapi juga mengenai kemampuan menciptakan manfaat dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Melalui konsolidasi ini, BPC HIPMI Kota Bandar Lampung menargetkan munculnya pengusaha-pengusaha baru yang tidak hanya tangguh secara finansial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *