Bandarlampung, Selokalampung.com – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandarlampung, Sri Ningsih Djamsari, menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang semakin memberatkan masyarakat. Menurutnya, saat ini hampir seluruh kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Sri Ningsih mengatakan, lonjakan harga tidak hanya terjadi pada satu atau dua komoditas, tetapi hampir merata pada berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Bahkan, menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini bukan sekadar kenaikan harga, melainkan sudah sampai pada tahap “berganti harga” karena kenaikannya yang sangat tinggi.
“Sekarang semua harga-harga meningkat, terutama bahan pokok. Bahkan bukan hanya naik harga, tetapi sudah berganti harga karena lonjakannya cukup tinggi,” kata Sri Ningsih, Selasa (24/06/2026).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung itu menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait. Oleh karena itu, dia meminta adanya langkah konkret untuk mengendalikan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Menurutnya, sejumlah bahan kebutuhan dapur seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang menjadi komoditas yang paling dirasakan kenaikannya oleh masyarakat. Harga yang sebelumnya masih terjangkau kini melonjak tajam sehingga membebani pengeluaran rumah tangga.
“Harga cabai baik cabai merah maupun cabai rawit naik cukup tinggi. Begitu juga bawang. Dulu uang Rp5.000 masih bisa membeli kebutuhan bumbu dapur dalam jumlah yang cukup, sekarang sudah tidak mencukupi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Sri Ningsih juga menyoroti kenaikan harga beras dan daging yang dinilainya terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok, menjaga ketersediaan stok di pasar, serta melakukan berbagai upaya stabilisasi harga guna mencegah lonjakan yang lebih tinggi.
“Pemerintah harus hadir dan mengambil langkah nyata agar harga kebutuhan pokok bisa kembali stabil. Jangan sampai masyarakat terus terbebani dengan kenaikan harga yang terjadi hampir di semua sektor kebutuhan,” tegasnya.
Sri Ningsih menambahkan, kestabilan harga bahan pokok merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha sangat diperlukan agar pasokan tetap lancar dan harga dapat terkendali. (*)






