
Lampung Utara, Selokalampung.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang guru memprotes kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak dikonsumsi siswa. Peristiwa tersebut diduga terjadi di SD Negeri 3 Sinarsari, Kabupaten Lampung Utara.
Dalam video yang beredar, seorang guru bernama Ida Yuliana menunjukkan menu MBG yang diterima murid-muridnya. Ia menyoroti kondisi lauk tempe dan buah anggur yang diduga sudah basi dan busuk. Menurutnya, makanan tersebut tidak pantas diberikan kepada anak-anak sekolah dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
“Apa tanggapan kamu orang ngasih tempe-tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang, ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ini penghinaan buat kami,” ujar Ida Yuliana dalam video tersebut.
Tak hanya mempersoalkan kualitas makanan, Ida juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelola Dapur MBG yang disebut telah berhenti beroperasi selama kurang lebih tiga minggu tanpa memberikan kompensasi kepada pihak sekolah.
Ia menilai tidak adanya penjelasan maupun tanggapan resmi dari penyedia MBG sebagai bentuk pemberhentian kerja sama secara sepihak.
“Saya minta tolong sama yang punya Dapur MBG. Kalau masih mau bekerja sama dengan baik, saya sudah bersabar. Dari tiga minggu tidak beroperasional, kompensasi buat SD kami tidak ada. Tanggapan pun tidak ada,” ucapnya.
Ida Yuliana juga menegaskan bahwa program MBG menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia menyatakan akan melaporkan persoalan tersebut hingga ke Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Tolong, Pak Mardianto yang terhormat. Saya minta tolong sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo dari Lampung Utara, SD Negeri 3 Sinarsari,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Dapur MBG maupun instansi terkait mengenai viralnya video tersebut. (*)






