Cegah Influenza A(H3N2) Subclade K, Diskes Bandarlampung Imbau Masyarakat Vaksinasi Tahunan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung | Foto: Istimewa

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung | Foto: Istimewa

Bandarlampung, Selokalampung.com – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandarlampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A(H3N2) Subclade K dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pernapasan serta melakukan vaksinasi influenza secara tahunan.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan upaya pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Cara mencegahnya dengan tindakan seperti menjaga kebersihan tangan, kebersihan pernapasan, serta menerapkan etika batuk di tempat umum,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

‎Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala influenza untuk melakukan isolasi diri secara sukarela guna mencegah penularan lebih luas.

‎“Penggunaan masker bagi individu yang bergejala atau telah dinyatakan positif virus influenza dapat mengurangi risiko penularan,” katanya.

‎Selain itu, Muhtadi menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi.

‎“Vaksinasi dapat mengurangi keparahan penyakit serta menurunkan kemungkinan komplikasi dan kematian. WHO juga merekomendasikan vaksinasi tahunan bagi kelompok berisiko tinggi, termasuk tenaga kesehatan dan petugas perawatan,” jelasnya.

‎Muhtadi memastikan hingga saat ini belum ada laporan kasus Influenza A(H3N2) Subclade K di Kota Bandar Lampung. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan sebagai upaya pencegahan dini.

‎Ia menjelaskan, influenza musiman merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza yang beredar secara global sepanjang tahun. Virus Influenza A(H3N2) sendiri telah mengalami pergeseran genetik yang dikenal sebagai subklade K.

‎“Virus ini mudah menyebar antar manusia melalui percikan droplet saat batuk atau bersin,” ujarnya.

‎Menurutnya, penyakit influenza dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat. Pada kondisi tertentu, influenza bahkan dapat menyebabkan rawat inap atau kematian.

‎“Sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri. Namun, pada kasus berat yang ditandai dengan kesulitan bernapas, sepsis, sindrom gangguan pernapasan akut, hingga kegagalan multi-organ, dibutuhkan perawatan medis segera,” jelasnya.

‎Muhtadi menambahkan, meskipun banyak penderita pulih dalam waktu sekitar satu minggu tanpa perawatan medis, influenza tetap berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan.

‎“Kelompok berisiko tinggi meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *