Rembuk Stunting 2026 Digelar, Wabup Agus Suranto: Tanggamus Harus Turunkan Angka Secara Nyata, Bukan Sekadar Formalitas

Tanggamus, Selokalampung.com – Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Bupati Tanggamus, Selasa, 5 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka stunting yang kembali meningkat dalam satu tahun terakhir.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Tanggamus, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Tanggamus, Ketua dan pengurus TP-PKK, serta lembaga dan mitra Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa persoalan stunting merupakan isu serius yang membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar rutinitas program.

“Penurunan stunting bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama yang memerlukan kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari semua elemen,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, prevalensi stunting di Kabupaten Tanggamus dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren fluktuatif. Pada tahun 2021 tercatat sebesar 25,0 persen, turun menjadi 20,4 persen di 2022 dan 17,1 persen di 2023. Namun, pada 2024 justru kembali meningkat menjadi 24,9 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Kondisi tersebut menjadikan Tanggamus sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi di Provinsi Lampung.

“Ini tentu bukan kondisi yang kita harapkan. Tanggamus kembali menjadi sorotan, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Agus.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri telah menetapkan target penurunan stunting untuk Tanggamus sebesar 21,62 persen pada 2026 dan 20,77 persen pada 2027. Agus optimistis target tersebut dapat dicapai bahkan dilampaui, jika seluruh pihak bekerja serius dan meninggalkan pola kerja lama.

“Tinggalkan pola ‘asal kerjaan beres, asal bapak senang’. Kita harus bekerja tuntas, berorientasi pada hasil dan target kinerja,” katanya.

Dalam forum tersebut, Pemkab Tanggamus juga menetapkan sebanyak 50 pekon sebagai lokus intervensi stunting untuk periode 2026–2027. Intervensi akan difokuskan melalui program spesifik dan sensitif berbasis data yang terintegrasi.

Wabup juga mengajak seluruh jajaran, mulai dari tingkat kabupaten hingga pekon dan kelurahan, untuk terus berinovasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Saya harap seluruh kepala OPD, camat, kepala pekon, dan seluruh stakeholder menunjukkan komitmen dan keseriusan. Fokuskan anggaran agar benar-benar berdampak dalam menurunkan angka stunting di Tanggamus,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran seluruh elemen, termasuk organisasi masyarakat, perguruan tinggi, hingga tenaga ahli, dalam menyosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat.

“Kita harus bergotong royong, berkonvergensi, dan memastikan informasi pencegahan stunting sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Agus Suranto juga menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi emas Tanggamus 2045 yang sehat, unggul, dan berdaya saing.

Kegiatan rembuk stunting ini diharapkan mampu menghasilkan komitmen bersama serta langkah konkret lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tanggamus.

Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati dengan harapan seluruh program yang dirancang dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Nizal suoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *